Selasa, 22 November 2016





Image result for handmade shoes indonesia

Usaha yang diamati adalah usaha bisnis pembuatan sepatu hand made. Awal usaha itu dijalankan dirumah dan belum memiliki toko, hanya saja untuk pemesanan via online dan untuk model  sepatu yang diinginkan kita bisa mencari gambar di internet  dan meminta sesuai ukuran kita. Bisnis itu seperti bisnis lainya berawal dari mulut ke mulut untuk pemasarannya.  Dalam menjalankannya berbagai permintaan selalu diusahakan sang owner untuk dapat terpenuhi dan memuaskan pelanggan. Bahkan untuk awal bisnisnya hasil dari pesanan pelanggan untuk daerah yang dapat dijangkau pun sang owner turun tangan sendiri untuk pengantaranya. Hingga akhirnya usaha itu berkembang dan mulai membutuhkan tenaga pembantu. Koleksi model sepatu dan sandal di web pun mulai bertambah. Dan sekarang usaha sepatu dan sandal hand made tersebut telah memiliki took sendiri dan sudah banyak pula produk yang ready untuk dijual.
Pada dasarnya untuk suatu usaha membutuhkan kerja keras dari awal dan tidak malu untuk turun tangan sendiri dalam memuaskan pelanggan. Sehingga, dengan kepuasan pelanggan membuat usaha semakin maju dan berkembang.
Share:

Cara melaksanakan suatu bisnis




Cara melaksanakan suatu bisnis

Untuk menjalankan suatu bisnis kita harus mengetahui langkah-langkah yang akan kita ambil dalam menjalankan bisnis kita tersebut.

Keberhasilan suatu bisnis tergantung pada pribadi atau diri sendiri
Tanamkan pada diri sendiri kepercayaan bahwa dalam bisnis ini diri kita lah yang utama mampu menentukan keberhasilan  bisnis ini. Kepercayaan terhadap diri sendiri ini sangat diperlukan, sehingga ketika mengalami jatuh bangun dalam bisnis tidak akan pernah menjadi masalah, justru akan menjadi kekuatan untuk diri sendiri belajar dari kegagalan yang pernah terjadi. Dan jika kita memiliki alasan yang kuat terhadap diri sendiri untuk melaksanakan bisnis tersebut akan membangun mental juara untuk diri kita sebagai pebisnis yang unggul.

Melakukan tindakan yang nyata dan berpegang teguh pada tekad
Disamping keinginan yang kuat harus disertai tindakan nyata dan selalu berpegang teguh pada tekad, sehingga tidak tergoyahkan dalam pencapaian keberhasilan suatu bisnis.

Menentukan alternatif bisnis
Tentukan dua atau tiga alternative bisnis dari bisnis yang akan kita geluti. Pertimbangan utama memilih bidang bisnis adalah kondisi permintaan pasar terhadap produk yang akan ditawarkan. Berapa besar minat konsumen terhadap produk kita dan apakah minat konsumen ini dapat bertahan sampai 10 tahun kedapan. Analisa permintaan konsumen dan jumlah pesaing yang akan kita hadapi dari 3 bidang usaha tersebut. Permintaan konsumen mungkin saja besar dan bertahan hingga 10 tahun kedepan, akan tetapi jika pesaing sudah sangat banyak, maka bisnis akan masuk ke red ocean (persaingan yang tidak sehat).

Memantapkan hati pada satu bisnis yang akan dipilih dari dua alternatif bisnis yang telah dibuat.
Setalah menentukan 3 alternatif bisnis yang telah ditentukan. Berikut adalah beberapa pertimbangan utama untuk membantu kita memilih satu dari bisnis yang akan kita geluti, yaitu antara lain:

  • cepat menghasilkan uang atau tidak
  • berapa besar resiko dan kerugian yang akan kita hadapi jika tidak laku
  • keunikan produk yang kita hasilkan disbanding milik pesaing
  • keahlian kita dalam menjual produk tersebut
  • perlu ruang atau tempat seberapa besar
  • apakah pembelian berulang dapat dilakukan oleh konsumen atas produk kita
  • produk kita mudah ditiru orang lain/tidak
  • berapa besar  modal yang dibutuhkan untuk 3 sampai 6 bulan kedepan
  • apakah bisnis dapat diwariskan ke anak cucu


Membuat perencanaan bisnis
Hal yang seharusnya ada dalam bisnis plan adalah:

Visi perusahaan
Visi adalah suatu keadaan bisnis kita di masa yang akan datang. Visi wajib dapat menginspirasi team agar bersama-sama bergerak dalam mencapai visi itu sendiri.
Target market
Pelanggan kita dapat ditentukan dari berbagai sisi, antara lain: usia, jenis kelamin, rata-rata penghasilan, status pernikahan, pendidikan, pekerjaan, hobi, geografis, dimana mereka sering berkumpul, media apa saja yang mereka lihat.
Tentukan target
Tentukan target omzet penjualan dan target jumlah customer anda dalam satu tahun ke depan, kemudian dijabarkan target tiap bulan.
Komunikasi pemasaran
Tentukan media komunikasi yang tepat dan efisien untuk mengkomunikasikan produk kita ke target market yang sudah ditentukan. Agar target market membeli produk kita maka isi dari komunikasi wajib memenuhi kriteria AIDA (Atterntion, Desire, Interest and Action).
Action plan
Tentukan detail pelaksanaan dari rencana komunikasi pemasaran, meliputi: siapa yang menjalankan, bagaimana menjalankan, budget yang diperlukan, siapa yang mengontrol pelaksanaanya dan kapan akan diselesaikan.

Jalankan setiap perencanaan bisnis
Keberhasilan suatu bisnis bukanlah karena kita sudah membuat perencanaan yang hebat, tetapi seberapa anda konsisten dan komitmen menjalankan apa yang sudah direncanakan. Kesuksesan adalah karena tindakan kecil yang terus menerus kita lakukan.
Share:

Rencana dalam Membuat Bisnis



Rencana dalam Membuat Bisnis
Sebelum membuat suatu bisnis, banyak hal yang perlu kita rencanakan seperti kita akan bergerak dibidang bisnis seperti apa, dan kita juga harus mengenal baik bisnis yang akan kita jalankan. Terlebih baik lagi jika bisnis yang kita jalankan merupakan hobi kita. Karena jika kita menyukai sesuatu maka kita akan menggeluti dan memperdalam bidang tersebut. Sehingga, akan menjadi nilai tambah dalam menjalankan bisnis kita. Karena bisnis yang sukses adalah jika kita tahu keseluruhan atas bisnis tersebut baik secara mikro maupun makro.
Setelah mengetahui bidang bisnis apa yang akan kita jalankan selanjutnya adalah membuat perencanaan keuangan. Yaitu berapa besar modal yang dibutuhkan untuk bisnis tersebut, laba yang diinginkan untuk bisnis tersebut, biaya-biaya yang dibutuhkan dan lain sebagainya. Karena perencanaan keuangan adalah hal yang akan menjadi tolak ukur keberhasilan suatu bisnis, yaitu salah satunya dilihat dari trend laba.
Setelah merencanakan anggaran modal untuk bisnis tersebut selanjutnya adalah menentukan lokasi pangsa pasar atas bisnis tersebut. Yaitu menentukan lokasi yang strategis untuk distribusi produk bisnis tersebut. Distribusi itu meliputi penjualan maupun pengadaan, lokasi yang strategis tentunya akan berpengaruh terhadap trend penjualan, dan juga berpengaruh terhadap pengeluaran biaya, karena semakin mudah transportasi akses menuju lokasi semakin rendah pula biaya-biaya yang dikeluarkan.

Image result for RENCANA BISNIS.GIF
Segala rencana bisnis bertujuan menghindari membengkaknya pengeluaran saat bisnis berjalan, perencanaan bisnis juga dapat membantu dalam melakukan riset untuk bisnis yang akan dijalankan.
Share:

Analisa Undang-undang Koperasi Perseroan Terbatas



Analisa  Undang-undang Koperasi Perseroan Terbatas


Image result for undang-undang koperasi
Setelah membaca UU No.25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dan UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, maka terlihat jelas perbedaan koperasi dengan Perseroan Terbatas. Terutama dalam hal modal , dimana setiap usaha atau badan dibentuk dengan menggunakan modal. Menurut UU No.40 Tahun 2007 Pasal 32 Ayat  (1) Modal dasar Perseroan paling sedikit Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). Sehingga menurut pendapat saya sasaran ekonomi untuk Perseroan Terbatas dan Koperasi berbeda jauh, yaitu untuk Perseroan Terbatas didirikan oleh anggota dengan ekonomi kelas menengah atas, sedangkan untuk koperasi beranggotakan kelas ekonomi kebawah. Meskipun pendirian kegiatan ini memiliki tujuan yang hampir sama yaitu mensejahterakan anggota dan masyarakat.
Selain perbedaan dalam hal modal, dapat dilihat pula dari hasil perolehan atas keuntungan usahanya yaitu untuk koperasi adalah SHU dan untuk Perseroan Terbatas yang bersifat terbuka adalah dividen. Sisa Hasil Usaha ( SHU ) Koperasi seringkali diartikan keliru oleh pengelola koperasi dan masyarakat yang masih awam mengenai koperasi. SHU Koperasi dianggap sama seperti dividen sebuah PT, padahal terminology SHU jelas, bahwa SHU adalah “Sisa” dari Usaha koperasi yang diperoleh setelah kebutuhan anggota terpenuhi. Sedangkan untuk deviden adalah laba.
Dalam Manajemen koperasi Sisa hasil usaha (SHU) memang diartikan sebagai selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue [TR]) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost[TC]) dalam satu tahun buku. Bahkan dalam jika ditinjau pengertian SHU dari aspek legalistik, menurut UU No.25/1992, tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45 adalah sebagai berikut:
1. SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
2. SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
3. besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.

SHU bukan deviden seperti PT tetapi keuntungan usaha yang dibagi sesuai dengan aktifitas ekonomi anggota koperasi, maka besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi. Artinya, semakin besar transaksi(usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima. Hal ini berbeda dengan perusahaan swasta, dimana dividen yang diperoleh pemilik saham adalah proporsional, sesuai besarnya modal yang dimiliki. Hal ini merupakan salah satu pembeda koperasi dengan badan usaha lainnya.
Share:

Koperasi Dan Perseroan Terbatas




Koperasi Dan Perseroan Terbatas

Koperasi adalah badan usaha yang mengorganisir pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip-prinsip Koperasi dan kaidah usaha ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat daerah kerja pada umumnya, dengan demikian koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat dan koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah :
  • Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
  • Pengelolaan yang demokratis,
  • Partisipasi anggota dalam ekonomi,
  • Kebebasan dan otonomi,
  • Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi  

Jenis Koperasi menurut fungsinya
  • ·         Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi koperasinya.
  • ·         Koperasi penjualan/pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.
  • ·         Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi.
  • ·         Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota, misalnya : simpan pinjamasuransiangkutan, dan sebagainya. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi. 
Apabila koperasi menyelenggarakan satu fungsi disebut koperasi tunggal usaha (single purpose cooperative), sedangkan koperasi yang menyelenggarakan lebih dari satu fungsi disebut koperasi serba usaha (multi purpose cooperative).
Didirikannya koperasi itu untuk memenuhi kebutuhan anggotanya dengan harga yang relatif lebih murah, memberikan kemudahan bagi anggotanya yang membutuhkan modal usaha, memberikan keuntungan bagi anggotanya. Jadi kesimpulannya, bahwa pentingnya koperasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Rakyat Indonesia maupun kesejahteraan rakyat di seluruh negara. Hal ini diperoleh dengan adanya pembagian Sisa Hasil Usaha(SHU) kepada para anggotanya.
Share: